iklan tiec

 photo ec_zpsf0cetkly.gif

Rabu, 16 Januari 2019

MEMPERINGATI BULAN K3


Makassar, Violet- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kesehatan Lingkungan dan Keselamatan  Kerja (KLKK)  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar menggelar seminar Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dilaksanakan di Aula STIK TM. Rabu, (16/01).

Kegiatan dengan tema "Implementasi Gelombang Baru KESMAS dalam Mewujudkan Kemandirian Berbudaya K3" ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperingati bulan K3 nasional yang jatuh pada tanggal 12 januari-12 februari. 

Ketua panitia, Sarni Boro Allo mengatakan Seminar yang digelar pagi tadi dan diikuti oleh mahasiswa STIK TM, Alumni STIK TM, Dinas Ketenagakerjaan, serta Balai K3 Puskesmas ini mampu mengatasi segala kendala yang dihadapi

"Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini namun berhasil kami lewati," ujarnya.

Yolandika Natan, Ketua umum HMJ KLKK menuturkan agar anggota-anggotanya tetap semangat dalam menjalankan program kerja, loyal dalam berorganisasi, dan berharap agar HMJ KLKK bisa eksis kedepannya. (NM/LS/NA)

Selasa, 15 Januari 2019

DONOR DARAH DI AWAL TAHUN

Makassar, Violet- Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) unit 109 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tammalatea Makassar telah menyelenggarakan kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Pelataran Kampus STIK TM dengan tema "Darah Adalah Harapan Mereka". Selasa, (15/01).

 Kegiatan donor darah ini dilakukan setiap 4 kali dalam satu tahun, dengan tujuan agar tidak kekurangan persediaan darah di rumah sakit

"Jika jarang dilakukan pendonoran darah maka persediaan di rumah sakit berkurang hal itu yang menyebabkan pasien mengambil darah dari keluarganya," kata Mutmainnah, salah satu petugas  PMI.

Mutmainnah juga mengatakan bahwa pengambilan darah bukan hanya diselenggarakakan di kampus-kampus saja melainkan juga di lakukan di berbagai tempat seperti perkantoran, instansi, perusahaan dll.

Kegiatan yang dilaksanakan pagi tadi berhasil mengumpulkan 24 kantong darah dari 36 orang yg telah di seleksi. Ketua panitia, Suciani Al-Azhar mengungkapkan kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini ialah kurangnya kesadaran mahasiswa untuk donor darah.

Rabitha AR, salah seorang mahasiswi  yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa donor darah ini merupakan kegiatan sosial yang sangat baik,  selain itu juga memberikan banyak  manfaat bagi kesehatan

 "Semoga kegiatan ini selalu di laksanakan, sesuai jadwal yang di tentukan tentunya di Stik Tamalatea, " harap perempuan tinggi itu.

Minggu, 25 November 2018

GENERASI PENERUS HIMAPZI

Makassar,  Violet- Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi (HIMAPZI) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar melaksanakan Pelantikan peiode 2018-2019 di Aula STIK TM, Sabtu (24/11/2018).

Pelantikan yang bertema "Dengan Semangat Wujudkan Keakraban Sesama Anggota HIMAPZI yang Loyal dan Kritis dalam Berorganisasi" ini diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Jurusan Gizi dalam hal ini Prof. DR. Ir. H. Jalil Genisa, Ms. Untuk melantik pengurus baru dikarenakan  Wakil Ketua III, Diana Mirza, S.Si., M.Kes tidak sempat hadir.

Harapan ketua jurusan gizi itu kepada pengurus yang baru ialah agar senantiasa diberikan kesehatan, selalu bersemangat dan kompak sehingga semua program bisa terlaksana, juga harus menjaga komunikasi agar yang berat bisa dipikul bersama 

"Kalau anda jalankan sendiri yang pertama pengalaman belum mantap kemudian  bagaimana mengatasi masalah dan harus dibawah naungan Wakil Ketua III," ucap Prof. Jalil.

Ketua Panitia,  Amelia Pasolon mengungkapkan kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yaitu masalah dana sehingga pelantikan tersebut baru di laksanakan.

Hatika Iriani Arring, Ketua HIMAPZI mengatkan pengurus yang dilantik periode saat ini berjumlah 13 orang  

"Sepuluh orang pengurus baru dan  tiga  Dewan Pengarah Organisasi (DPO)," katanya.

Hatika juga berharap dapat mewujudkan kualitas hidupnya melalui HIMAPZI maupun diluar HIMAPZI dan  bekerja sama untuk membangun HIMAPZI agar menjadi lebih baik serta selalu jaya. (RST/RS)


Kamis, 22 November 2018

SI JAGO MERAH KEMBALI HANGUSKAN SEBUAH RUMAH


Makassar, Violet- Telah Terjadi Kebakaran di Jl Bontoramba No 6, Lorong 10, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Kamis (22/11/18).

Kebakaran yang terjadi pada pukul 18.30  WITA ini, diduga disebabkan oleh arus pendek listrik dan menghanguskan sebuah rumah kayu milik Pak Azis. 

Kadir, salah seorang saksi mata mengatakan rumah tersebut dihuni oleh delapan orang. Dimana pada saat kejadian hanya ada enam orang yang berada  di dalam rumah

"Ada empat orang anak, omnya, dan juga neneknya. Orang tuanya yaitu Abdul Azis dan Marwati lagi keluar daerah, jadi hanya tersisa Hj. Samga, Iwan, Angga, Arif, Dias, Andini. Dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujar pak kadir. (MI/AK)

Rabu, 21 November 2018

PENGORBANAN SEORANG AYAH


Di suatu kota kecil terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Dikeluarga itu hanya ada satu anak tunggal laki-laki yang bernama Fajar. Ibunya sudah meninggal sekitar satu tahun yang lalu. Dan ayahnya bekerja sebagai penjaga pintu jembatan. Sekarang hanya ada Fajar dan ayahnya yang tinggal bersama dengan bahagia. Fajar sekarang berumur 10 tahun dan sudah kelas 4 SD ia bersekolah di sebuah sekolah dikota itu. Mereka merupakan keluarga yang cukup sederhana.

Ayahnya sangat menyayanginya dengan mengajaknya bermain setiap akhir pekan. Mereka sering ketaman, pantai, kebun binatang, dan tempat lainnya. Fajar merupakan anak satu-satunya yang dimiliki ayahnya sehingga ia sangat disayang, terlebih ibunya sudah meninggal. Ayahnya selalu bekerja di pagi hari sampai sore hari, begitu juga dengan Fajar yang sekolah pagi hingga siang.

Pada suatu hari ayahnya mengajak Fajar ketempat kerja ayahnya yang dekat dengan danau itu. Perjalanan ketempat kerja ayahnya harus dengan naik bis lalu dilanjutkan dengan naik kereta api yang memakan waktu sekitar 1 jam. Pada saat sampai distasiun dekat tempat kerja ayahnya, Fajar sangat senang karena ia bisa melihat kereta-kereta yang lalu lalang dan banyaknya orang yang lalu lalang. Akhirnya mereka sampai juga ditempat kerja ayahnya, Fajar sangat senang bisa kesana. Ia bermain ditaman dekat pinggiran danau, ia memancing ikan dengan perasaan yang sangat senang. 

Distasiun sudah bersiap kereta yang akan berjalan menuju kota lainnya yang didalamnya terdapat banyak orang-orang berdosa, ada yang memakai narkoba, berkelahi, saling mengucapkan kata-kata yang kotor.

Ketika beberapa saat, Fajar sedang asyik memancing ikan, ia melihat sebuah kereta yang berjalan sangat cepat ingin melintasi jembatan. Namun ayahnya mengangkat jembatan itu karena ada sebuah pesawat terbang yang ingin lepas landas melewati jembatan itu, dan juga ayahnya tidak melihat ada kereta yang ingin melintas.

Dengan cepatnya Fajar berlari menuju tempat ayahnya, ketika sampai disana ia berteriak " Ayah . . . . ada kereta yang mau lewat . . . ." Namun ayahnya tidak mendengar. Karena keretanya sudah mau melewati jembatan, Fajar mengambil keputusan untuk menurunkan jembatan itu secara manual dengan mengangkat tuas yang ada tepat dibawah jembatan. Pada saat itu ayahnya melihat anaknya tersebut dengan kagetnya dan berkata " Ya ampun . . . . Anakku . . . . ".

Pada saat itu, Fajar terjatuh kedalam tempat tuas tersebut dan terjepit. Ayahnya yang melihat merasa bingung dan hanya ada 2 pilihan yaitu menyelamatkan anaknya atau menyelamatkan kereta itu. Dan beberapa saat, ayahnya memutuskan menyelamatkan kereta tersebut dengan menurunkan jembatannya. Dan beberapa saat, kereta itu melewati jembatan itu dengan selamat.

Kemudian ayahnya keluar dari tempat kerjanya dan berlari menuju anaknya untuk melihat kondisinya. Ternyata Fajar sudah meninggal karena terjepit. Ayahnya menangis dengan sangat keras " Tidak . . . . . . . . . Anakku . . . . . . telah tiada ". Pada saat itu salah satu dari penumpang perempuan kereta itu yang memakai narkoba melihat ayah Fajar sedang sedih dengan menggendong anaknya tersebut.

Kemudian setelah beberapa hari  ayahnya bertemu dengan perempuan yang berada dikereta waktu itu. Perempuan tersebut sangat berterima kasih dan terharu sekaligus minta maaf kepada ayah Fajar karena sudah menyelamatkannya dengan mengorbankan nyawa anaknya sendiri.

By: Rahma Saide

Rabu, 14 November 2018

LPM VIOLET MEMERINGATI HARLA KE-18


Makassar, Violet- Lembaga Pers  Mahasiswa (LPM) Violet Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar memeringati HARLA (Hari Lahir) ke-18 di Aula STIK TM, Selasa (13/11/18).

13 November 2018, tahun ini LPM Violet genap berusia 18 tahun dan memeringati Harlanya di Aula STIK TM dengan mengundang Senior LPM Violet, LPM yang berada di naungan PPMI Dewan Kota (DK) Makassar, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) STIK TM, serta mahasiswa STIK TM. Pada peringatan Harla kali ini, LPM Violet mengadakan lomba mading untuk UKM dan HMJ,  serta lomba fotografi untuk mahasiswa, dimana hasil lomba tersebut dipamerkan dipelataran kampus satu hari sebelumnya yakni Senin, 12 November 2018.

Nurul Annisa Syahban yang merupakan ketua panitia dari kegiatan ini mengatakan bahwa persiapan Harla ini cukup lama dan ada beberapa kendala yang dihadapi namun Alhamdulillah bisa diatasi dengan sangat baik.

Pimpinan Umum LPM Violet, Akmel Kemal berujar, maksud dari kegiatan ini Selain untuk merayakan hari lahir LPM Violet,  juga sebagai sarana untuk silaturahmi. 

"Juga merupakan sarana silaturahmi antara LPM lain, senior LPM Violet dan UKM/HMJ yang ada di kampus," ujarnya.

 Kemal juga menyampaikan harapan untuk LPM Violet kedepannya.

"Semoga LPM Violet bisa tambah eksis, tambah sukses, dan bisa menghasilkan  karya-karya yang lebih kreatif dari sebelumnya di dalam violet dan yang paling penting tetap di jalur kebenaran," lanjutnya.

Reksadana Asnesyiah, salah satu tamu undanga berharap LPM violet semakin eksis baik internal maupun eksternal dan lebih baik lagi dalam menghasilkan suatu informasi yang mengandung unsur kebenaran.  (WIT)

SUARA MAHASISWA UNTUK NEGERIKU

Makassar, Violet- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Klinik Seni Mahasiswa Kesehatan (Klimaks)  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar untuk kesekian kalinya mengadakan kegiatan panggung bebas  dengan tema “Indonesia Resah “  di pelataran kampus, Selasa  (13/11/18).

Kegiatan dengan tema Indobesia Resah ini diadakan karena melihat kondisi bencana-bencana  yang tejadi di Indonesia dan bisa menjadi suatu renungan dan pembelajaran bagi kita semua.

Ketua panitia, Winda Nurfida Syam menuturkan  bahwa persiapan untuk kegiatan ini hanya 80%  disebabkan satu  kendala yaitu sibuknya masing-masing pengurus di organisasi maupun akademik yang mengharuskan penetapan pelaksanaannya secara mendadak.

Astika Sari selaku Ketua Umum UKM Klimaks mengatakan bahwa kegiatan ini didadakan dengan maksud untuk menunjukkan akan eksistensi klimaks yang masih ada untuk berkarya, juga bertujuan sebagai bentuk sosialisasi.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk sosialisasi yang ditujukan kepada mahasiswa terkhususnya mahasiswa baru," Kata Astika.

Salah satu mahasiswi, Sitti Aisyah yang juga ikut menyaksikan kegiatan tersebut mengungkapkan rasa kagumnya karena dalam pentas tersebut dapat menampilkan karakteristik yang kuat seperti puisi dan acting yang di lakoni, selain itu mahasiswi semester lima tersebut juga menyampaikan pesannya.

"Supaya pentas selanjutnya itu dapat lebih bagus lagi, alangkah lebih baiknya jika mengundang mahasiswa,  dosen dan staf agar dapat ikut menyaksikan," ujarnya. (NA/WIT)