iklan tiec

 photo ec_zpsf0cetkly.gif

Sabtu, 16 Maret 2019

DPC. POSPERA BUSEL SOROTI PENGURUS PARTAI AMANAT NASIONAL


Mandetnya pergantian antarwaktu ketua DPRD Kabupaten Buton Selatan disebabkan melemahnya unsur pengurus DPD PAN Kabupaten Buton Selatan dalam Mengambil tindakan pasti untuk memastikan proses pergantian antarwaktu itu dapat ditindaklanjuti sebagaimana yang telah dikehendaki unsur pimpinan partai politiknya dan  memastikan status hukum Ketua DPRD Kab. buton selatan  atas dugaan kasus penggunaan sabu (narkoba).

Lebih kursialnya lagi kelemahan pengurus DPD PAN Kab. buton selatan, terlihat jelas dalam surat usul pergantian ketua DPRD Kab. BUSEL. No : PAN / B / 22.15 / K - S / 073 / XII /2018. Atas kasus hukum narkoba. Sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya.

Keterangan tersebut telah terjewantakan oleh seluru anggota dewan yang tergabung dari berbagi unsur fraksi partai politik yang ada didewan perwakilan rakyat daerah Kab. Busel. Dari sini kita sudah menyimpulkan bahwa dalam usulan pergantian antarwaktu Ketua DPRD Kab. Buton selatan tidak sesuai dengan konteks perkara dari yang di usulkan oleh unsur  pengurus DPD PAN Kab. Busel sehinggah hal ini menyebabkan Pengurus DPD PAN tdak menindaklanjuti proses pergantian antar waktu ketua DPRD Busel atas kasus hukum narkoba yang diduga disandungnya.

Dan sangat tidak efektifnya lagi sikap yang sedang dijalankan Badan Kehormatan Dewan, Kab. Busel didalam menindaklanjuti surat DPP PAN terkait pergantian antarwaktu, dengan alasan bahwa karna tdak adanya hasil tes urin yang dilampirkan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional.

Semsetinya didalam memastikan atas kepastian kasus hukum yang disandung oleh ketua DPRD Kab. Busel Badan Kehormatan Dewan (BKD) mengambil tindakan tehnis dalam memastikan kepastian hukum atas dugaan kasus hukum yg disandung ketua DPRD Busel. Dalam hal ini Badan Kehormatan Dewan membentuk tim pencari fakta atau melayangkan surat yang di tujukan pada Polda Metro Jaya dan Badan Narkotika atas nama badan kehormatan dewan dalam  memastikan kasus yang disandung ketua DPRD Busel, aneh Badan Kehormatan Dewan Tidak Dapat menindaklanjuti hal ini sebagaimana mestinya dan  justru malah melakukan unsur pembiaran atas hal tersebut.

Kami selaku pengurus Dewan Pimpinan Cabang Posko Pernjuangan Rakyat, dalam memastikan atas terbuktinya dan tidak terbuktinya sekaligus untuk memastikan status hukum atas kasus hukum narkoba yang diduga menjerat ketua DPRD Kab. Buton Selatan. Kami telah melayankan surat permohonan atas keterbukaan informasi pablik pada polda metro jaya dan melayankan surat kepada Badan Narkotika Negara untuk memastikan hasil dari pemeriksaan atas kasus yang di sandung ketua DPRD kabupaten Buton selatan.
Tutur Hemana Ketu DPC. POSPERA Buton Selatan Kab. Buton Selatan, Prov. Sulawesi Tenggara.

Oleh : Herman

MENGAKHIRI KEPENGURUSAN, LPM VIOLET GELAR WORKSHOP ILMIAH


Makassar, LPM Violet- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Violet Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar menggelar Workshop Ilmiah di Ruang 203 Lantai 2 STIK TM pada Sabtu, 16 Maret 2019.

Workshop Ilmiah yang diikuti 48 peserta ini dibawakan oleh Moh. Syahrul Mubarak  yang merupakan salah satu alumni STIK TM sekaligus senior LPM Violet.

Ketua Panitia, Nur Aqidah Putri mengatakan kendala yang merupakan hal wajar dalam suatu kegiatan, ini berhasil dilewati sehingga kegiatan berjalan dengan baik. 

Sementara itu, Rusnah sebagai Penanggungjawab Sementara (PJS) LPM Violet mengatakan tujuan didakannya kegiatan ini yaitu untuk membantu dan berbagi pengetahuan mengenai cara pencarian dan menerjemahkan jurnal, serta pembuatan daftar pustaka dengan menggunakan aplikasi endnote. Selain itu , Rusnah juga mengungkapkan harapannya

"Semoga dengan adanya kegiatan ini teman-teman dapat mengaplikasikannya, seperti dalam menyelesaikan tugas dan lain sebagainya, serta semoga violet kedepannya bisa berbagi pengetahuan yang  lebih lagi", ujarnya. 


Evi, Salah satu peserta berpesan agar kiranya ada event selanjutnya berupa workshop ilmiah lagi yang dibuat oleh LPM Violet Untuk membantu kebutuhan mahasiswa dan tentunya sesuai porsi mahasiswa Stik TM. Ia juga mengungkapkan kesannya

"Mengikuti Workshop ini sangatlah bermanfaat, tidak sia-sia saya hadir dalam acara workshop ini karena Ilmu yang luar biasa saya dapatkan ada di workshop ilmiah ini, begitupun dengan pematerinya Yang Luar biasa membagikan ilmunya", tuturnya. (WHY) 

Sabtu, 02 Maret 2019

PENGURUS BARU SIAP BANGKITKAN LDK Ash-shihah

Makassar –Violet, Lembaga dakwah kampus (LDK) ash-shihah sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar melangsungkan kegiatan pelantikan pengurus periode 2018/2019 di Aula STIK TM yang dihadiri langsung oleh ketua STIK TM, LIDMI dan FMDKI Makassar, ketua maperwa, pembina LDK, UKM Klimaks, KSR dan LPM Violet pada Sabtu (02/03/2019)
Pengurus baru yang dilantik berjumlah 22 orang dengan tema "mewujudkan profesionalisme untuk LDK Ash-Shihah yang lebih berkualitas"
Rusnah sebagai ketua panitia mengatakan bahwa kendala dalam kegiatan ini ialah kurangnya kerja sama antara panitia dikarenakan adanya urusan-urusan tertentu
selaku ketua umum LDK Ash-Shihah yang terpilih Muhammad Ikmal mengemukakan cara agar LDK Ash-Shihah kembali bangkit dari ke fakumannnya 
“cara saya untuk mengaktifkan organisasi LDK sehingga LDK tidak fakum  lagi seperti tahun-yahun sebelumnya yaitu saya akan melaksanakan program kerja yang sudah ditetapkan didalam kepengurusan ini sehingga LDK bisa eksis baik di internal maupun external kampus”
Adapun harapannya semoga dengan kepengurusan yang baru ini LDK Ash-Shihah dapat bangkit kembali  dan pengurus lebih aktif dan amanah dalam jabatan yang dipegang masih-masing
 “Bisa menjadi bekal buat adik-adik dalam menjalankan organisasi LDK dan semoga kepengurusan periode ini bisa berjalan maximal", harapan singkat yang disampaikan ketua STIK TM 

PELANTIKAN 5 ANGGOTA BARU KSR PMI UNIT 109 STIK TM




Makassar, LPM Violet- Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit 109 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar mengadakan Pelantikan Anggota Baru ke-XIX dii Aula STIK TM pada Jumat, 01 Maret 2019.


Pelantikan dengan tema "Menciptakan Generasi Relawan yang Berkualitas serta Totalitas dalam Kemanusiaan" ini dihadiri oleh Ketua Maperwa, Perwakilan UKM dan HMJ serta beberapa perwakilan KSR yang ada di Makassar.


Ketua Panitia, Iin Sagita Idris mengatakan kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini bisa diminalisir dengan saling bekerjasama 


"Alhamdulillah untuk menyukseskan kegiatannya di bantu oleh senior-senior, partisipasi dari KSR-KSR lain yang memberikan arahan-arahan untuk mempermudah kami melaksanakan kegiatan", ungkapnya.


Sementara itu, Risda Marsal selaku Penanggungjawab Sementara (PJS) KSR PMI Unit 109 mengatakan bahwa anggota baru yang dikukuhkan berjumlah 5 orang. Selain itu, ia juga mengemukakan harapannya

"Semoga amanah dalam berorganisasi dan bisa berproses di KSR 109 STIK TM serta mengabdi dalam tugas kemanusiaan", Ujarnya. (01/02/2019) (WM)

Sabtu, 23 Februari 2019

STIK TM SIAP LEPAS 145 MAHASISWA KE KABUPATEN WAJO


Makassar, LPM Violet-  Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar akan melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) di Kabupaten Wajo. Sabtu (23/02/2019).

KKLP yang berlangsung satu bulan ini (25 Februari 2019 -25 Maret 2019) akan diikuti 145 peserta dari mahasiswa reguler dan non reguler dengan budget  Rp. 1.100.000 per mahasiswa.

Dr. Muhammad Rifai, M. Pd. selaku ketua panitia mengatakan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti KKLP ini akan ditempatkan di Kabupaten Wajo Kecamatan Majauleng yang disebar di sepuluh desa. Ia pun mengungkapkan bahwa syarat untuk dapat memprogram KKLP yaitu ketika semua mata kuliah telah terselesikan.

Sementara itu, Korcam (Koordinator Kecamatan) yang terpilih secara demokratis, dalam hal ini Alan Dwi Kusuma mengungkapkan persiapannya untuk mengikuti KKLP ini telah dilakukan dari jauh hari, terutama mental, fisik dan kesehatan

"Karena nantinya akan dihadapkan dengan berbagai dinamika dan persoalan dalam masyarakat", ujarnya. 

Alan juga menambahkan bahwa persiapan yang tak kalah penting yaitu sikap dan perilaku, agar nantinya dapat memberikan kesan yang baik untuk masayarakat. Ia juga berharap kerjasama antara mahasiswa baik regular maupun non regular tetap rejaga selama di lapangan. (RSM/NAP/SWY)

Jumat, 22 Februari 2019

PENGUKUHAN ANGGOTA BARU LPM VIOLET KE 18




Makassar, LPM Violet- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Violet Sekolah  Tinggi  Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar melakukan Pengukuhan Anggota Baru ke 18 di Ruang 203 STIK TM pada Jumat, 22 Februari 2019.


Pengukuhan dengan tema "Meningkatkan Profesionalitas untuk Violet yang Lebih Berkualitas" ini dihadiri oleh Ketua Maperwa, Formatur Presiden BEM, perwakilan UKM dan HMJ, serta Senior LPM Violet.

Ketua Panitia, Sri Wahyuni mengatakan sempat ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini  namun, berkat kerjasama dan semangat dari panitia, masalah tersebut bisa diatasi

"Alhamdulillah atas kerjasama dan semangat dari teman-teman  panitia masalah itu bisa tertutupi dan kegiatan dapat berjalan dengan lancar sampai selesai", ungkapnya.

Sementara itu, Akmel Kemal selaku Pimpinan Umum LPM Violet mengatakan bahwa anggota baru yang dikukuhkan berjumlah 22 orang, namun yang sempat hadir pada hari ini hanya 19 anggota. Selain itu, Kemal juga  mengemukakan harapannya

"Semoga anggota baru bisa lebih meningkatkan rasa profesionalitasnya dan rasa solidaritas untuk violet kedepannya bisa lebih berkualiatas ditangan mereka", ujarnya. 

DEMOKRASI INDONESIA, KENYATAAN MASA KINI DAN MENATA MASA DEPAN


Proses demokrasi yang seharusnya menjadi awal untuk melakukan perubahan, melepaskan diri dari kemelaratan menjadi utopis. Ide demokrasi sebagai solusi yang emansipatif untuk menjawab persoalan akibat kegagalan sistem aristokrasi, teokrasi dan feodalisme yang pernah digunakan di masalalu ternyata menimbulkan skeptisisme baru akibat praktik demokrasi yang tidak sehat sampai hari ini, skeptisisme inilah yang memudahkan Sistem teologi kembali di gaungkan "meski terbukti gagal dalam catatan sejarah" oleh kelompok ekstrimis sehingga mendapatkan ruang kepercayaan karna kegagalan demokrasi yang tidak pernah merubah keadaan ketimpangan.

Kegagalan ini tentu bukan karna demokrasinya, melainkan Elite politik sebagai agen yang punya power dan partai politik sebagai salah satu struktur sosial belum bisa move on dari watak individualisme dan feodalismenya untuk mereformasi kearah demokrasi yang ideal. Agen dan sistem model inilah yang melahirkan figur apolitis yang hanya sekedar mengandalkan kekuatan modal, yang pada akhirnya tampil menjadi figur yang berorientasi akumulasi kapital untuk kepentingan kolega dan keluarga. Bila ini terus terjadi maka penting membaca kembali Plato dalam kritiknya terhadap Demokrasi dalam beberapa hal, Filsuf klasik tersohor itu menganggap bahwa dalam demokrasi, masyarakat terpolarisasi antara yang kaya dan miskin, yang kuat dan lemah, cerdas dan yang terbelakang. Polarisasi itu dalam kompetisi demokrasi akan selalu di menangkan oleh yang kaya, kuat dan cerdas dan yang miskin, lemah dan terbelakang akan terus mengalami kekalahan.

Selain Plato, Jason Brennan seorang pengajar ilmu politik di Universitas Georgetown, Amerika Serikat, mempersalahkan demokrasi atas meningkatnya rasisme, kebencian dan naiknya figur-figur inkompeten menjadi pemimpin. Brennan menganggap masyarakat politik dalam penyebutannya "Warga demokratis" (Democratic Cityzens) tidak akan pernah setara. Selalu ada beragam kelompok yang ada dalam masyarakat. Brennan melihatnya ada tiga, Pertama orang-orang yang apatis, apolitis, serta ignorant dalam urusan politik. Ia menyebut mereka sebagai Hobit. Kedua adalah orang-orang yang antusias terhadap politik, mereka punya informasi tentang politisi dan partai politik yang mereka dukung dan tidak di dukung, mereka yang ikut kampanye dan menyebarkan atribut partai. Kelompok ini cenderung fanatik terhadap pilihan politiknya dan cenderung antipati pada kelompok lain, Brennan sebut kelompok ini sebagai Holigan. Ketiga kelompok yang rasional, cerdas dan mengambil keputusan berlandasan ilmiah. Mereka memilih calon pemimpin berdasarkan pertimbangan rasional, melihat kebijakan mana yang masuk akal dan mana yang tidak, mana yang betul-betul merakyat dan mana yang memperalat rakyat. Brennan menyebutnya sebagai kelompok Vulcan.

Dibanyak negara termasuk Indonesia, demokrasi selalu di ramaikan dengan kelompok Hobit dan Holigan, hanya sedikit saja yang berkarakter Vulcan padahal kualitas demokrasi di tentukan oleh kelompok yang kecil ini. Brennan menyebut bahwa fragmentasi dalam warga demokratis ini sebagai catat lain dari kenyataan demokrasi kita. Namun tanpa menolak penuh demokrasi, kita kembali mengingat Abraham Lincoln dalam pemahamannya tentang demokrasi. Lincoln menyebutkan bahwa Demokrasi adalah sistem politik dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dari sini kemudian kita menemukan makna sesungguhnya dalam negara demokrasi, bahwa demokrasi adalah sistem dimana rakyat berdaulat penuh atas ekonomi, sosial dan politik melalui Instrumen negara dan pemerintahan.

Mengingat Demokrasi kita yang jauh dari ide Abraham Lincoln, harus perlu ada reformasi birokrasi terutama dalam penyusunan regulasi dan konsensus kebijakan, begitupun juga harus ada reformasi partai politik untuk kembali pada konstitusi demokrasi yang sesungguhnya. Permasalahan di atas pada dasarnya berawal dari partai politik yang dalam mekanisme penentuan calon kandidat/pemimpin tidak melibatkan masyarakat sebagai penentu figur yang di calonkan. Dari sinilah maka kenyataan demokrasi kita tetap saja hanyalah "pseudo-demokrasi", dan kita tidak akan pernah memilih pemimpin yang ideal, melainkan memilih untuk menghindari pemimpin terburuk. Penentuan kandidat yang sepenuhnya oleh partai politik inilah yang menyebabkan salah satu diantaranya yaitu oligarki ekonomi dan politik akan terus menguat dan langgeng, dikarenakan belas kasih pemimpin terhadap partai yang harus di bayar. Yang lainnya ialah naiknya figur-figur inkompeten, apolitis dan pebisnis yang justru merusak hakikat demokrasi dalam struktur pemerintahan. Menyebabkan banyaknya produk hukum dan kebijakan yang tidak tepat sasaran, pro korporasi dan kontra produktif untuk kepentingan masyarakat.

Penulis : Abu Kapota (Presidium Forum Mahasiswa Kota Makassar "For MAKAR")