iklan tiec

 photo ec_zpsf0cetkly.gif

Senin, 20 Oktober 2014

PMII Maros Aksi Damai dihari pelantikan Presiden



    



Makassar Violet_Tepat dihari pelantikan Presiden ke tujuh, Jokowi Widodo. Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII),  menggelar aksi damai di depan lampu merah pasar sentral maros, senin (20/10).



Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah tentang pegawai honorer kategori dua (K2) yang terabaikan dan masih  belum diverifikasi oleh badan kepegawaian Negara.


Sahar Mappanyukki yang bertindak sebagai koordinator lapangan, mahasiswa semester tujuh berasal  dari kampus STKIP YAPIM Maros.  Salah satu mahasiswa yang ditemui ditempat berlangsung mengaku aksi ini dilatarbelakangi karena merasa masih banyak surat keputusan (SK) khususnya  kategori dua yang belum ada sampai sekarang.

Jumat, 17 Oktober 2014

SKM Menuju Profesi dan Sertifikasi

Oleh : Ramadhan Tosepu


Pelayanan kesehatan yang baikdan terjangkau bagi semua lapisan mayarakat merupakan tujuan utama bagi pemerintah dalam rangka meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Lembaga international United Nation Development Programe (UNDP) mengelurakan program international yang dikenal dengan nama Millenium Development Goals (MDG’s) yang memuatdelapan program utama, yakni: 1) Menanggulangikemiskinandan kelaparan,2)Mencapai pendidikan dasar untuk semua orang, 3)Mendorong kesetaraan gender  dan pemberdayaan perempuan, 4)Menurunkan angka kematian anak, 5)Meningkatkan kesehatan ibu, 6)Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya, 7)Memastikan kelestarian lingkungan hidup, 8)Membangun kemitraan global  untuk pembangunan. Dari delapan program tersebut tedapat lima program yang merupakan domain kesehatan.

Selanjutnya Pemerintah RI melalui KementrianKesehatan RI membuat arah rancangan pembangunan kesehatan, antara lain : 1) Meningkatkankesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dapat terwujud, 2) Didasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan, dan kemandirian,  adil dan merata. Pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan (ibu, bayi, anak, manula dan keluarga miskin (RenstraKemenkes 2010-2014). 

Kedua lembaga tersebut memiliki pendekatan yang berbeda tetapi tujuan yang sama, yakni hidup sehat bagi semua (health for all). Tentunya upaya tersebut tidak akan terlaksana dengan baik jika tenaga kesehatan tidak memiliki pengetahuan yang baik terhadap program yang telah dicanangkan. Peran dari tenaga kesehatan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan sangatlah strategis dan penting. Tetapi dengan pentingnya peran tersebut tenaga kesehatan dituntut untuk peka dan faham terhadap persoalan yang terjadi dimasyakat, inilah yang menjadi persoalan saat ini ternyata dengan banyaknya tenaga kesehatan belumnlah mampu menyelesaikan permasalahan yang ada. Dikotomi antar tenaga kesehatan kerap terjadi, masing-masing menganggap bahwa ilmunyalah yang paling berguna bagi masyarakat, mereka melupakan bahwa permasalahan kesehatan bukanlah milik tenaga kesehatan itu sendiri, melainkan semua staek holders harus terlibat. 

Hal ini dapat dilihat dengan adanya focus prioritas nasional bidang kesehatan, yakni : 
1) Peningkatan KIA danKB,
2) Perbaikan Gizi Masyarakat,
3)Pengendalian penyakit menular dan tidak menular dan kesling,
4) Pemenuhan SDM kesehatan, 
5)Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, safety, mutu,penggunaan obat/makanan, 
6) Jaminan Kesehatan, 
7) Pemberdayaanmasyarakat, penanggulangan bencana dan krisis,
8)Peningkatanpelayanankesehatan primer,  sekunder dan tersier.

 Nah coba kita amati delapan focus prioritas nasional tersebut, apakah bias diselesaikan oleh satu tenaga kesehatan tertentu?.Oleh karena itulah pembagian kerja dan penempatan tenaga kesehatan yang merata menjadi rujukan dalam penataan tenaga kesehatan tersebut. Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) sebagai bagian dari tenaga kesehatan turut menyiapkan diri dengan akan diberlakukannya Surat Tanda Registrasi (STR) dengan penerapan Profesi SKM. 

Surat Tanda Registrasi (STR)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan. SKM mengalami persoalan yang sangat kompleks, tetapi dengan masalah tersebut akan semakin mematangkan sumber daya tenaga kesehatan itu sendiri. Pengakuan seorang SKM akan ditandai dengan adanya STR. Untuk mendapatkan STR seorang SKM harus menempuh beberapa langkah yakni : 1) Uji kompetensi, yang bermakna suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi, 2) Sertifikat kompetensi yang bermakna surat tanda pengakuan terhadap kompetensi seseorang tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan praktik atau pekerjaan profesinya di seluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi, 3) Registrasi yang bermakna pencatatan resmit terhadap tenaga kesehatan yang telah memilikis sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentulainnya serta diakui secara hokum untuk menjalankan praktik dan/ atau pekerjaan profesinya, 4) STR yang bermakna bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. 

Ujian sertifikasi STR akan dilaksanakan oleh lembaga yang dibentuk pemerintah, yakni Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) yang berkedudukan di pusat ibukota Negara, dan di tingkat provinsi di bentuk Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) yang berkedudukan di ibu kota provinsi, keanggotaan dari MTKI dan MTKP berasal dari perwakilan organisasi profesi tenaga kesehatan. Saat ini MTKI memiliki 20 anggota profesi, diluar dari Dokter/dokter gigi yang telah memiliki Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Farmasi dengan Konsil Farmasi Nasional (KFN). 

Mekanisme pelaksanaan STR di perguruan tinggi : 1) Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah terakreditasi dari badan yang berwenang bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir (exit exam), 2) Perguruan Tinggi bidang kesehatan melaporkan akan dilakukannya uji kompetensi kepada MTKI melalui MTKP sekurang kurangnya 2 (dua) bulan sebelum dilakukan uji kompetensi, 3) MTKI setelah menerima laporan menyiapkan soal uji kompetensi, dan pengawas, 4) Setelah uji kompetensidilakukan, perguruan tinggi bidang kesehatan melaporkan kepada MTKI melalui MTKP tentang pesertadidik yang dinyatakan lulus, 5) MTKI setelah menerima laporan mempersiapkan sertifikat kompetensi, 6) Sertifikat kompetensi diberikan MTKI kepada peserta didik pada waktu pengambilan sumpah.  

Dengan model seperti ini maka setiap perguruan tinggi (PT) yang membuka jurusan kesehatan baik swasta maupun negeri dipacu untuk berbenah dalam menyiapkan pesertadidiknya menghadapi ujian STR. Dengan demikianakan sangat Nampak mana PT yang hanya mengejar provit dan mana PT yang mengutamakan kualitas. Tentunya proses akademik suatu PT haruslah menjadi perhatian serius, agar kelak dalam pelaksanaan ujian STR para peserta didik dapat menyelesaikan soal dengan baik. Menginggat soal tersebut berskala nasional yang standarisasinya sama diseluruh Indonesia, maka model soal saat kuliah haruslah mengikuti model soal ujian STR, ini dilakukan agar mahasiswa terbiasa mengerjakan model-model soals eperti itu.

Bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan tidaklah menjadi suatu permasalahan, karena akan melakukan uji sertifikasi STR. Persoalannya adalah bagaimana dengan para SKM yang telah bekerja, apakah harus mengikuti ujian STR atau tidak. Dalam peraturan peralihan ujian sertifikasi STR telah dinyatakan bahwa tenagak esehatan yang belum memiliki surat izin/STR dan/atau surat izin kerja/surat izin praktik yang telah lulus ujian program pendidikan sebelum Tahun 2012, kepadanya diberikan STR berdasarkan Peraturan Menteri ini. Yang berarti mereka akan mendapatkan STR tanpa melalui ujian sertifikasi

Akan tetapi sampai pertengahan tahun 2014 ini sepertinya proses STR bagi tenaga sarjana kesehatan masyarakat masih belum memberikan hasil yang maksimal, hal ini dengan kembali dikeluarkannya surat dari ketua MTKI tanggal 11 september 2014 yang ditujukan kepada ketua panitia seleksi CPNS kementerian atau lembaga tentang pelaksanaan STR baru akan dimulai pada tahun 2015.  Disisi lain langkah ini sangat positif karena telah memberikan harapan yang besar bagi tenaga SKM untuk menghadapi tantangan dan kemajuan profesi kesmas.  

Penutup
            Peningkatan  derajad kesehatan masyarakat merupakan tanggungjawab kita semua, pemerintah melalui kementrian kesehatan memberikan kewenangan kepada IAKMI dan AIPTKMI (Asosiasi  Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia) untuk menyusun naskah akademik profesi kesmas dan uji  STR kesmas. Kedua organisasi inilah yang terus bekerja dalam memajukan dan mewibawakan SKM .Oleh karena itu dukungan dan kesadarandari SKM untuk meregistrasi diri sangatlah penting karena dengan dasar inilah Pengda IAKMI Sultra dapat mengetahui kuantita sdari SKM.Harapannya, dengan adanya  STR bagi SKM   kelak pembangunan kesehatan dapat terlaksana dengan baik, MDG’s dan program renstrakementrian kesehatan adalah salah satu dari sekian banyak program yang dilakukan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.

CINTA SEDERHANA

Oleh : Indra Utama Putra


          Senja telah pergi beberapa jam yang lalu, kumandang adzan magrib mulai terdengar disekitar kompleks Nusa Tamalanrea Indah. Aku bergegas mensucikan diri di depan air yang mengalir untuk menghambakan diri kepada sang Khalik.

Magrib telah berlalu kini waktu shalat isya pun telah tiba, aku kembali bersujud di atas sajadah yang sudah bolong-bolong pemberian kakekku empat tahun silam, waktu aku pertama kali datang ke kota daeng ini. Katanya sih sajadah ini sajadah kesayangannya.

Malam itu menunjukkan tepat pukul 20.00 aku menghubungi beberapa teman lama, namun sayangnya tak satupun yang mengangkat teleponku. Sepertinya mereka lagi sibuk, maklum karena semuanya aktifis. Misalnya Al-Munawir bergelut di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Arif Busman bergelut di Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), dan masih banyak teman yang lain yang gak bisa kusebutkan satu per satu.

karena mulai bosan dari tadi ngacak-ngacak kontak di HP, tiba-tiba saja tanganku berhenti pada sebuah nama teman perempuan yang dua tahun belakangan kukagumi yaitu “Iin” yah itulah namanya, nama yang sangat indah seindah orangnya. Namun aku tak pernah mengatakan perasaanku secara langsung. Rasa takut di tolak, malu tidak diterima menjadi beban tersendiri dalam jiwa, “yah itulah aku yang belum mencoba sudah kebayang-bayang kejadian buruk yang akan terjadi” komentarku dalam hati. Aku lagi-lagi menarik napas panjang, tangan seakan gemetar untuk menekan tombol call.
 
Akhirnya ku beranikan diri untuk menekan tombol call tersebut, tuuuuuuuttt......tuuuuuutt....tuuuuut.

“Halo, Assalamu’ Alaikum”, ungkapnya
“Waalaikum Salam” balasku dengan suara terbata-bata dengan pipi mulai seperti udang rebus
“Ada apa Indra?”
“hmm gak ada apa-apa, kamu lagi ngapain?”
“duduk aja, Oh iya katanya ada yang mau kamu bicarakan?”. Beberapa hari yang lalu aku pernah chatingan dengan Dia di Facebook, sepertinya dia masih ingat dengan apa yang pernah saya bilang.
“Oh itu”, lagi-lagi aku menarik napas panjang, lalu terdiam sejenak
“Apa? Bilang saja”, Iin mendesak dengan nada penasaran.
“Ohh iyya itu, tunggu...tunggu”, dengan jujurnya aku bilang, “ni lagi ngatur napas”. 

Gak menunggu 2 detik mukaku terasa seperti udang rebus kembali ditambah dada terasa sesak, jantungku pun berdetak lebih cepat dari biasanya, mulut seakan ragu, gagu, dan bergetar saat mengeluarkan kata-kata. Setelah dua menit aku terdiam dengan ucapan Bismillah akhirnya kuberanikan diri untuk bicara, “ini.. aduh bagaimana memulainya yah? Bingung,, ehh gini sebenarnya aku suka sama kamu, iyah aku suka sama kamu. Perasaan ini tumbuh sejak dua tahun lalu saat kamu menghubungiku untuk mendaftar adik kamu di kampusku, jujur sejak saat itu perasaan itu sudah ada, namun aku malu mengatakan itu, tapi malam ini tanggal 15 Juli. 

Tepatnya malam minggu aku memberanikan diri untuk mengatakan perasaan yang selama ini kupendam. Aku takut rasa ini akan menjadi racun dalam jiwa bila terlalu lama kupendam.

“aku tidak butuh jawaban kamu untuk terima atau tidak, bagi aku kamu tahu perasaanku itu sudah lebih dari cukup. Tiba tiba diapun menyelah “terus gimana?”

“Ya sudah gak usah di jawab, bagi aku kamu masih angkat telepon, balas sms itu sudah cukup. Sekarang jalani saja seperti biasanya”. Ini konsep cinta sederhana, cinta yang luar biasanya nanti setelah Tuhan menakdirkan aku dan kamu untuk berada dalam satu bahtera yang diberi nama rumah tangga. Disana nanti akan aku berikan cinta yang luar biasa itu”,

“Terus kenapa harus cinta biasa saat ini?” tanya Iin dengan penuh kebingungan.
“Kenapa saya mesti mencintaimu dengan biasa?. Karena bila suatu saat nanti aku kehilangan kamu, maka aku akan tanggapi dengan biasa. Cinta yang luar biasa itu hanya untuk istri atau suami kita nanti”

Dia terdiam, aku kembali melanjutkan pembicaraanku “ masih bisa toh saya hubungi kamu besok malam?” dengan menghela napas Iin menjawab “iya bisa, kenapa mesti bertanya gitu?” dengan nada kebingungan.

“gak kok, siapa tau aja ada yang marah kalau aku keseringan hubungi kamu” kujawab dengan mantap sambil tertawa kecil

“Gak lah, siapa juga yang mau marah. Emang kamu salah mau dimarahi segala?” jawab Iin dengan tertawa kecil pula 

“oh okelah kalau begitu” uangkapku mantap sambil senyum-senyum sendiri
Akhirnya pembicaraan malam itu selesai juga. Hati terasa lebih baik daripada sebelumnya. “Alhamdulillah lega rasanya perasaan ini” bisikku dalam hati sambil tersenyum-senyum penuh arti

Malam-malam terus berlalu, hari-haripun terus berlalu. Semenjak tanggal 15 Juli kemarin hatiku tak lagi jenuh, kini semua terasa lebih berwarna dari pada sebelum-sebelumnya. Hubunganku dengan perempuan yang sangat ku kagumi itu semakin membaik. 
Status kami berdua tidak bisa dikategorikan pacaran, namun setiap kali ada waktu disela-sela pembicaraan aku selalu sempatkan mengucapkan tiga kata “I love you”, kalau dihitung mungkin sudah ratusan kali ku ucapkan. Namun tak pernah satu kalipun kata-kata yang selalu ku ucapkan mendapat respon, melainkan hanya candaan “isst minta dihajar ya” Dia selalu berkata sambil di barengi tawa kecil khasnya.

Pernah satu kali aku bertanya dengannya “mungkin tidak, ada dua insan yang saling mencintai dan mereka tau akan hal itu tetapi mereka tidak pacaran?, bila ada, salahkah mereka melakukan itu?”. “tidak, maksudmu apa Indra?” jawabnya penasaran. “tidak ada maksud apa-apa Iin” jawabku singkat

Semakin sering berbicara dengannya semakin tumbuh rasa cinta itu. Aku berusaha untuk tetap berkomitmen dengan kata-kataku. Pada akhirnya aku bisa simpulkan “biarlah cinta ini bersemi di ladang rindu dan mekar di taman impian”. Aku yakin bila saatnya tiba dia pasti akan tau betapa aku sangat mencintai dan menyayanginya lebih dari apapun. Tamat....

Wisuda Sarjana Strata Satu( S-1 ) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar(STIK TM) periode XIX Tahun 2014


     Makassar Lpm violet_Wisuda Sarjana Strata Satu( S-1 ) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar(STIK TM) periode XIX Tahun 2014 lalu di balai prajurit M. Yusuf 24 juni 2014. Irma Yusuf keluar sebagai wisudawan terbaik pertama dengan indeks prestasi akademik ( IPK ) 3.85. Menyusul Hildawati Ismail dan Musfirayanti Mustamin sebagai wisudawan terbaik kedua dan ketiga dengan IPK 3.82  dan 3.79.

     Mewakili kedua temannya fira sapaan yang akrab dikenal musfirayanti mustamin. Saat ditanya oleh crew violet ia mengatakan tak bisa seperti sekarang tanpa orang-orang disekitanya.“saya tidak bisa menjadi seperti sekarang kalau bukan karena orang tuaku, sahabat di kampus, senior seniorku yang tentunya banyak memberikan  pengalaman di organisasi  dan bekal itu saya bawa dalam perkuliahan”, ungkapnya.

     Ia juga membagi tips-Tipsnya kepada adik-adik mahasiswa agar sukses mencapai gelar sarjananya. “belajar itu harus dinikmati bukan dipaksakan terlalu serius juga tidak bagus tetapi terlalu santai juga tidak bagus , intinya jangan pernah mengejar nilainya tapi kejarlah ilmunya”sambungnya.
Mengaku dirinya tidak amat pandai . “Saya bukan orang pintar yang tahu rumus matematika tapi prinsipku orang rajin dapat mengalahkan orang cerdas dan pintar” tambahnya.

      Hal serupa juga diungkapkan oleh wisudawan lain “ Fokus tapi jangan pernah merasa terbebani dengan mata kuliah yang rumit atau di anggap susah, enjoy saja karena pada dasarnya tidak ada yang susah yang penting mau belajar.” Menurut Hildawati Ismail

     “Dan yang pastinya konsisten dengan impian yang mau di capai, jadi wisudawan terbaik sebenarnya bukan tujuan tapi hanya bonus dari usaha dan kerja keras kita”tambahnya.